Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Jumat, 15 Maret 2019

Kaji banding DINKES kabupaten Lumajang


Rombongan dijamu dengan naik kereta odong-odong
       Gundih, tak akan ada habisnya kita berbicara dan mengulas tentang wilayah yang satu ini. Tak hanya berprestasi di pengolahan lingkungannya, Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) juga patut mendapatkan acungan JEMPOL. Disamping dari segi pelayanan medis juga terdapat akupuntur yang ditujukan bagi pasien yg membutuhkan, dan selama ini Puskesmas Gundih juga unggul dalam pengembagan obat herbalnya, dengan menerapkan pembinaan sebulan sekali kepada kader yang ada di tiap wilayah yang dinamakan kader toga,
Rombongan diterima oleh Kepala Puskesmas Gundih

             Puskesmas degan luas lahan yang hanya  sekitar 210 m² ini mampu mengembangkan berbagai macam tanaman obat herbal disamping memanfaatkan lahan kosong yang ada diwilayah sekitarnya. Produk olahan dari tanaman obat herbal inipun sudah banyak diciptakan mulai dari obat herbal yang dapat diseduh sendiri di rumah maupun produk herbal siap minum, juga terdapat manisan, kue, pengharum ruangan dan banyak lagi product yang terbuat dari tanaman herbal.

Jamuan product unggulan
            Di tahun 2018 lalu Puskesmas yang di kepalai oleh dr. Rahmad Suudi ini mampu memperoleh juara pertama di ajang Asman (Asuhan Mandiri) tingkat nasional dalam kategori perkotaan. Hal ini pula membuat 25 Perwakilan Puskesmas se-Kabupaten Lumajang melakukan kunjungan kaji Banding pelayanan KESTTAD di Puskesmas Gundih pada Jumat (15/3/2019) sekitar pukul 10.00 wib.
Rombongan di jamu dinaikkan kereta odong-odong karena lokasi Kantor Puskesmas Gundih terletak di tengah-tengah perkampungan, tetapi dengan jamuan ini membuat tamu senang. Kedatangan di sambut oleh Kepala Puskesmas Bp. dr. Rahmad Suudi dan selanjutnya rombongan melihat-lihat sekaligus ada yang berbelanja aneka product  daei tanaman herbal hasil dari para kader binaan Puskesmas.
 Setelah puas dengan melihat-melihat hasil product unggulan sekaligus tanya jawab dengan para kader, selanjutnya rombongan diperkenankan masuk di Aula untuk mendengarpaparan dan dalam paparannya kepada rombongan dr. Rahmad menjelaskan bahwa capaian ini tidaklah mudah, perlu kerja keras dari semua pihak terutama para kader sehingga program Asman ini bisa terus berjalan.



           Seperti yang sudah dilakukan oleh Puskesmas Gundih, keterbatasan lahan bukan alasan dalam mengembangkan tanaman obat herbal. Dengan memanfaatkan sedikit ruang kosong di samping bangunan lantai 2, berbagai jenis tanaman obat dapat dibudidayakan disini. Sepertinya kunjugan -kunjugan serupa tidak akan berhenti disini mengingat prestasi Puskesmas Gundih sebagai Juara pertama Asman kategori perkotaan tahun 2018. Semoga prestasi ini menjadikan cambuk awal bagi Puskesmas Gundih untuk terus berinovasi dan terus mengembangkan diri dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, karena mempertahankan lebih sulit dari pada meraihnya.
Suasana paparan yang disampaikan oleh Kepala Puskesmas Gundih

KIM Gundih mengabarkan





Print Friendly and PDF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar