Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail
Selamat Datang di Blog KIM Sejahtera Gundih

Foto Kegiatan

  •  Wakil Presiden RI, Bapak BUDIONO, didampingi Gubernur Jatim, Bapak SOEKARWO saat mengamati Hasil Pengolahan Air Limbah di Kelurahan Gundih
  •  Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, yang menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup di era kepemimpinan SBY, juga tertarik mengunjungi wilayah Gundih
  •  Warga bergotong royong untuk merawat IPAL (Instalasi Pengolah Air Limbah) untuk kelestarian lingkungan sekitar
  •  Bpk. Prof. Haryono Suyono, melakukan kunjungan ke RW V Babadan, Kel. Gundih, Kec. Bubutan dalam rangka Peresmian POSDAYA Singo Duto
  • Ibu TRI RISMAHARINI, Walikota Surabaya, melakukan visit area saat acara Road Show SGC 2010 di Kelurahan Gundih
  • Bergotong royong membersihkan Saluran Air apabila hujan deras tiba tidak mengalami banjir
  • Warga dengan sukarela membawa Sampah Kering rumah tangga untuk disetorkan ke Bank Sampah.
  • Kerja bakti membersihkan APAL (Alat Pengolah Air Limbah)
  • Kegiatan rutin untuk menjaga kesehatan yang dilakukan setiap minggu di Wilayah Kelurahan Gundih.

Featured Posts

Sabtu, 13 Juli 2019

Kerja bakti massal pasca kebakaran

   Pagi ini sabtu (13 Juli 2019) seluruh elemen masyarakat berkumpul di Lokasi kejadian kebakaran di jalan Margorukun Lebar yg terjadi pada rabu kemaren. Lokasi kebakaran di RW 2 yang meliputi 3 wilayah RT ini sebelumnya di Polis Line untuk mengamankan TKK sebelum tim Inavis bekerja melakukan penyelidikan penyebab kebakaran.
   

   Dalam kegiatan ini melibatkan para Lurah beserta jajaran, LPMK se kecamatan bubutan. Staff kecamatan, Linmas , para ketua RW se kelurahan Gundih  dan warga setempat juga beberapa relawan.Harapannya setelah dibersihkan warga dapat melakukan pembenahan rumah mereka sedikit demi sedikit selepas mereka berada pada masa tanggap darurat selama 7 hari dari kejadian kebakaran.
 


   Beberapa barang dan material yang masih bisa dimanfaatkan mereka singkirkan, sedangkan sampah sisa-sisa kebakaran diangkut menuju jalan cepu untuk selanjutnya di bantu DKRTH kota Surabaya untuk pengangkutannya.
   


   Sepanjang ini bantuan juga terus berdatangan dari berbagai pihak, penggalangan bantuan dilakukan serentak di tingkat RT dan RW dilingkungan kelurahan Gundih yg dikoordinir ketua RW masing -masing. Semoga masa tanggap darurat selama 7 hari ini bisa terlewati dan masyarakat korban kebakaran di margorukun lebar segera bangkit dan menjalani kehidupan mereka seperti sedia kala. (KIM Gundih/Edwin)
Print Friendly and PDF

Kamis, 11 Juli 2019

Kelurahan Gundih Berduka


Kim gundih

   Duka mendalam dialami warga kelurahan Gundih tepatnya di Margorukun lebar Kelurahan Gundih, Kecamatan
Bubutan, Kota Surabaya terkait kebakaran yang terjadi pada rabu (10 juli 2019) pukul 09.25


   Untuk rincian rumah yang terbakar , dua puluh satu unit ludes dilalap sijago merah dan sebelas
unit lainnya berstatus terdampak. Sebab, hanya sebagian saja
yang terbakar.


   Data tersebut disampaikan oleh Kabid Pembinaan dan
Operasional Dinas Pemadam Kebakaran, Bambang VistadiI. Ia mengatakan, rata-rata rumah yang
terdampak berukuran tak lebih dari 18 meter persegi.
“Jumlah rumah masih diupdate terus. Rata-rata ukuran 3×4,
3×6, 3×9,” ucapnya, Rabu (10/7/2019).

   Meski telah menghanguskan dua puluh satu rumah dan belasan
rumah lain terdampak. Api berhasil dipadamkan sekitar tiga
jam berikutnya,

    “Pembasahan selesai dan dinyatakan kondusif pukul 12.14 WIB,” lanjutnya.
Lambatnya proses pemadaman disampaikan Bambang akibat terkendala akses menuju lokasi kebakaran yang memang terjadi di gang sempit pemukiman padat penduduk. "Sehingga unit besar tidak bisa masuk, hanya unit kecil yang
bisa masuk,” tandasnya.


   Kendati demikian, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang jatuh dalam peristiwa ini. Sementara kendaraan
pemadam kebakaran yang terlibat dalam aksi pemadaman berjumlah dua puluh satu unit kendaraan. Ditambah empat unit berasal dari DKRTH dan kendaraan taktis milik Satpol PP Pemkot.

   Untuk tempat tinggal sementara korban kebakaran, pihak terkait menempatkan disalah satu gedung yang berada di kampung ilmu (jl semarang) surabaya,


   Dari kejadian kebakaran tersebut langsung mendapat perhatian khusus ibu walikota surabaya yang hadir pada sore harinya (10 juli) pukul 16.00 ketempat kejadian kebakaran dilanjut meninjau tempat evakuasi senentara untuk berjumpa dan mendengar keluhan korban kebakaran.

    Dalam mediasi dan mendengar keluhan korban terdampak, Beliau akan memberikan fasikitas berupa rumah susun bagi warga yang terdampak. Tidak hanya berupa bantuan rumah susun, Beliau juga memberikan berbagai bantuan dari kebutuhan permakanan hingga alat sekolah bagi anak anak sekolah yang terfampak.


    Ternyata tidak putus sampai disitu, walikota surabaya juga menerbitkan dua puluh enam keterangan surat keluarga (KSK) pada malam pukul 22.30.



   Berbagai bantuan datang dari warga surabaya, tak terkecuali dari kelompok informasi masyarakat (KIM) kota surabaya yang dugawangi cak Topan.


    Rombongan KIM Kota Surabaya yang di wakili oleh Ketua Forum KIM Kota Surabaya Cak Anis Sofyan (KIM Klasik),
beserta anggota seperti Amin Babe (KIM Mojo), Cak Boni (KIM) New Jambangan hijau), Cak Anthony, Cak Christ, Cak
Sumargo, Ning Liliek dan beberapa anggora rombongan lainnya.


   Tiba di lokasi penampungan pada pukul 18.30wib. Bantuan yang telah terkumpul berupa uang tunai, pakaian layak pakai, sembako dan makanan siap saji langsung di serahkan kepada Cak Edwin (KIM Gundih) sebagai perwakilan warga terdampak.


Print Friendly and PDF

Minggu, 02 Juni 2019

Ramadhan berbagi parsel lebaran KIM gundih


 
 Semenjak awal Bulan Suci Ramadhan, KIM Gundih Sejahtera telah menyiapkan program berbagi untuk sesama. Program berbagi ini terbagi dalam dua sesi, sesi pertama adalah berbagi takjil yang telah dengan sukses dilakukan pada minggu (12/5), dan sesi kedua adalah Berbagi Parcel Ramadhan
.
 Program sesi kedua tersebut disiapkan untuk para donatur yang ingin berbagi kebaikan dengan sesama melalui bingkisan parcel lebaran.
Menurut bapak Hengky anggota KIM Gundih Sejahtera sekaligus Ketua Panitia Program Ramadhan 1440 H, Ramadhan kali ini KIM Gundih Sejahtera telah mendistribusikan parcel ke beberapa tempat di wilayah Kelurahan Gundih dan langsung tersampaikan ke tangan para penerima manfaat.
 "Tujuan dari program Ramadhan 1440 H ini adalah untuk menumbuhkan kebahagiaan bagi para Mustahik dan Dhuafa di Hari Raya Idul Fitri, sekaligus sebagai apresiasi kepada mereka yang memiliki profesi yang tidak banyak diminati kebanyakan orang pada umumnya, di antaranya seperti tukang sampah, marbot, penjaga perlintasan kereta api dan pemulung.

 Saat bingkisan lebaran itu dibagikan ke penerima manfaat, para penerima manfaat terlihat terharu dan senang sekali atas bingkisan yang rekan-rekan KIM bagikan. Dengan adanya parcel lebaran yang dibagikan sangat membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan khususnya saat Hari Raya Idul Fitri 1440 H di tahun 2019.
Senang dan bahagia sekali dapat bingkisan ini, terima kasih buat KIM yang sudah peduli sama kami, terima kasih atas perhatiannya, semoga KIM lebih peduli dengan warga yang seperti kami dan semakin membawa keberkahan buat kami. "Ungkap bapak Parman" salah satu penerima manfaat yang tinggal di perkampungan jalan Lamongan.





    Adapun seluruh dana yang dirupakan dalam bentuk parcel ini didapat dari para donatur di seputaran wilayah Gundih dan juga dari hasil patungan anggota KIM Kelurahan Gundih. (Fan/KIM)
Print Friendly and PDF

Senin, 27 Mei 2019

SPESIAL ULTAH DI ROAD SHOW PAHLAWAN EKONOMI EDISI KEC. BUBUTAN SESI 2


Surabaya, KIM Gundih Sejahtera

    Road Show Pahlawan Ekonomi/Pejuang Muda dan Bazar Ramadhan 2019 Edisi Kecamatan Bubutan Sesi 2, senin (27/5) sore.
   Melanjutkan rangkaian kegiatan road show sesi sebelumnya yang telah diadakan di kelurahan Jepara pada hari sabtu (25/5) sore, tepatnya 2 hari yang lalu. Road show kali ini sedikit berbeda, karena sebagai puncak kegiatan road show di kecamatan Bubutan, maka dalam kegiatan kali ini juga dilakukan pembagian bingkisan lebaran kepada para lansia di seluruh wilayah kecamatan Bubutan.


    Bertempat di Jalan Raden Saleh depan SMPN 43 kelurahan Bubutan, acara sesi 2 kali ini terlihat lebih ramai dari sesi pertama. Hal ini terlihat dari banyaknya UKM yang hadir dan antusias warga yang cukup tinggi untuk datang ke lokasi.



   Kurang lebih ada 50 UKM yang ikut berpartisipasi dalam acara ini. Hadir sebagai perwakilan dari pemerintah kota Surabaya bapak Eri Cahyadi Kepala BAPEKKO turut memeriahkan suasana road show kali ini didampingi oleh bapak Eko Kurniawan Camat Bubutan.



   Ada yang spesial dalam rangkaian acara hari ini, menjadi momen yang istimewa dalam rangkaian acara yang selama ini telah diadakan dalam Road Show Pahlawan Ekonomi/Pejuang Muda dan Bazar Ramadhan 2019 khususnya Edisi Kecamatan Bubutan, karena hari ini bertepatan dengan hari ulang tahun bapak Eri Cahyadi. Penyambutan yang meriah pun diberikan dengan berbagai alunan musik dan ajakan berjoget ria dari teman-teman panitia yang sudah memadati area depan panggung.


    Berbagai ucapan selamat disampaikan dengan tidak lupa sebuah kue ulang tahun dihantarkan ke hadapan beliau. Setelah acara potong kue beliau menyempatkan diri untuk memberikan sambutan singkat kepada semua warga yang hadir dalam acara tersebut. Dalam sambutannya beliau meminta kepada bapak Camat dan para Lurah untuk memberikan data terbaru jumlah lansia, pengangguran, masyarakat dengan pendapatan rendah serta warga dengan kebutuhan khusus di wilayahnya masing-masing,

  beliau meminta agar semua bisa turun langsung ke masyarakat untuk benar-benar mendapatkan data yang akurat. Data tersebut nantinya akan menjadi acuan dalam pengalokasian APBD kedepan. walaupun nantinya juga semua tidak akan dibebankan pada APBD karena masih ada CSR dan program pembangunan yang lain.


   Beliau mengatakan bahwa di Surabaya ini tidak boleh ada lagi yang menganggur, tidak boleh ada yang pendapatannya di bawah standard pendapatan rendah, jangan sampai ada lagi anak yang putus sekolah atau bahkan terkena gizi buruk.


    Banyak hotel, mall dan apartemen di Surabaya dimana seharusnya warga sekitar dulu yang bekerja di sana dan produk-produk sekitar dulu yang digunakan. Penyerapan produk-produk UKM juga terus diupayakan pemerintah dengan mengadakan berbagai program pelatihan agar produk-produk tersebut bisa terus terjaga kualitasnya.


    Harapannya adalah pemerintah bisa bersinergi bersama-sama dengan masyarakat dan para investor di kota Surabaya untuk kemajuan bersama. Nilai investasi yang begitu besar di kota Surabaya harus bisa dikelola untuk kesejahteraan masyarakat. Intinya adalah "warga Surabaya jangan pernah jadi penonton di kota Surabaya ketika itu ada pembangunan yang lebih besar" ujar Eri Cahyadi Kepala BAPEKKO kota Surabaya. (fan/kim)
Print Friendly and PDF

Sabtu, 25 Mei 2019

ROAD SHOW PAHLAWAN EKONOMI 2019


Surabaya, KIM Gundih Sejahtera
Bertempat di Jalan Dupak Baru, Kelurahan Jepara, Kec. Bubutan - Kota Surabaya melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama dengan DP5A mengadakan Road Show Pahlawan Ekonomi/Pejuang Muda dan Bazar Ramadhan 2019, sabtu (25/5) siang.
Road show ini merupakan salah satu program pemerintah dalam mengelola potensi ekonomi masyarakat untuk memperkenalkan dan meningkatkan daya saing UKM-UKM di kota Surabaya Acara ini menampilkan beragam produk UKM di kecamatan Bubutan kota Surabaya dengan dimeriahkan oleh perwakilan dari Transmart dan Viva Kosmetik serta Kelompok Tani Binaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Acara berlangsung cukup meriah dengan konsep yang menghibur, diiringi oleh kelompok yel-yel dari perwakilan masing-masing kelurahan di kecamatan Bubutan.
Hadir dalam acara ini Bapak Eko Kurniawan selaku Camat Bubutan terlihat sangat tertarik dengan beragam produk yang dimiliki UKM di wilayah administrasinya tersebut. Ada kurang lebih sekitar 40 UKM di Kecamatan Bubutan yang ikut berpartisipasi dalam acara ini. Beliau sempat berkeliling untuk melihat kesiapan masing-masing UKM dalam mendisplay produk-produk unggulan mereka. Banyak warga yang terlihat antusias dengan acara ini, hal ini terlihat dari banyaknya warga yang berkunjung dan membeli produk-produk unggulan masing-masing UKM.
Turut hadir pula dalam acara ini Ibu Chandra Ratna Maria kepala DP5A kota Surabaya yang mana dalam sambutannya beliau mengajak kepada seluruh warga untuk bisa menjadi pahlawan ekonomi dan pejuang muda Kota Surabaya.
Beliau juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Surabaya akan selalu mendukung masyarakat untuk bisa terus maju dan berkembang dengan mengadakan pelatihan-pelatihan gratis yg ditempatkan di Kassa tetutama untuk pejuang muda dapat fasilitas lebih dari Pemerintah Kota, tidak itu juga untuk perijinan ajan mefasilitasi pengurusannya secara gratis.
Ibu Chandra pun menyempatkan diri untuk melihat produk-produk unggulan UKM yang membuat beliau pun tertarik untuk membeli beberapa produk tersebut. Acara pun dilanjutkan dengan sesi hiburan melalui penampilan tari dan nyanyian dari warga sekitar serta tamu undangan, hingga pada akhirnya acara pun di akhiri saat menjelang waktu berbuka dengan pembagian hadiah.

Kim Gundih Melaporkan
Print Friendly and PDF

Sabtu, 18 Mei 2019

Surabaya satu dalam giat takziah ketua TPS 40 kelurahan Gundih


   Duka menyelimuti kelurahan gundih atas wafatnya Bp H M Syaiful Arif Ketua RT 03 RW 06, pukul 15 30 Wib. Rabu (15 Mei 2019), beliau adalah ketua KPPS TPS 40 kelurahan Gundih.



  Diceritakan oleh ketua PPS kelurahan Gundih, (Saiful Kirom-red) "yang bersangkutan memang sudah dalam kondisi sakit saat bertugas di KPPS pada tanggal 17 April 2019. Malam harinya, Arif sudah terlihat lemas namun tetap memilih menjalankan tugas. 
Waktu itu, proses penghitungan suara di TPS 40 selesai pukul 02.00 WIB (18 April 2019, red). Dari situ, setelah itu udah gak enak badan. Diabetnya naik," 

  Pada 12 Mei 2019, pihak PPS mendapatkan kabar bahwa Arif jatuh dan oleh pihak keluarga dibawa ke puskesmas dan pengobatan alternatif.




Pasca pengobatan, beliau harus menghembuskan nyawa pada 15 Mei 2019 pukul 15.30 wib. 
  kabar wafatnya beliau menyebar luas hingga ke ibu Tri Rismaharini (walikota Surabaya) dan pada hari Sabtu (18 Mei 2019) pukul 11 wib, ibu Risma takziah ke rumah duka disambut oleh bapak camat bubutan beserta warga sekitar dan anggota keluarga duka.



  Walau harus tetap memakai kursi roda, tapi tidak mengurangi semangat beliau untuk berbela sungkawa dan turut serta meringankan beban warganya dengan memberikan santunan.

Kim gundih melaporkan.
  

Print Friendly and PDF

Kamis, 16 Mei 2019

Kec. Bubutan, Lomba Sinergitas Kinerja Kota SurabayaTahun 2019

Menjadikan Kecamatan  sebagai yang terbaik dalam lomba Sinergitas kinerja Kecamatan Kota Surabaya di tahun 2019.

Kamis (16/5/2019) bertempat di Kecamatan Bubutan yang masih menempati Kantor PMK Pasar Turi dimana kantor Kecamatan di Koblen Tengah masih dalam tahap pembangunan, Camat Bubutan Eko Kurniawan Purnomo, S.STP,M.Si menyampaikan paparan tentang keunggulan Kecamatan Bubutan dihadapan para juri, dari Kinerja, prestasi sampai inovasi-inovasi yang ada di Kecamatan Bubutan yang dilakukan mengenai pelayanan, Keamanan wilayah, Karang Taruna dengan Bubutan haritagenya, penataan lingkungan yang nantinya berpotensi wisata, Kesehatan,  kehidupan sosial warga serta kekompakan elemen masyarakat.

Dengan bersenergi, LPMK, PKK, Para kader, Karang Taruna, LSM serta masyarakat untuk mewujudkan Kecamatan Bubutan yang lebih baik sesuai motto “Always Listening and Alawys Understanding” artinya selalu mendengar keluhan masyarakat, kami pahami, kami lanjutkan dan kami selesaikan.
Paparan yang disampaikan selama 20 menit dihadapan juri dari Dinas Pendidikan, Badan Penanggulangan Bencana dan Linmas, Ketua tim Penggerak PKK Kota Surabaya, Dinas Pengendalian Penduduk pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas koperasi dan Mikro, BPD Linmas, Polrestabes, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial
Setelah paparan dilakukan tanya jawab  secara bergantian oleh juri.
Tidak hanya paparan yang disampaikan,  tetapi memberikan klarifikasi terhadap juri di lapangan  untuk melihat kampung Sehati di Kelurahan Tembok Dukuh dan Kampung Lawas di Kelurahan Bubutan.
Penjurian berakhir, seiring waktu berbuka puasa di Kampung Lawas.

Adapun inti dari lomba ini adalah sebagaimana seorang Camat mampu mensinergikan elemen-elemen yang ada di Kecamatan Bubutan, mulai dari Polsek, Koramil hingga elemen masyarakat dan nantinya masyarakat merasakan manfaatnya.
Lomba ini dulunya namanya lomba Camat teladan dan Kecamatan yang menang nantinya mewakili Kota Surabaya di tinggkat Provinsi.

KIM Gundih Sejahtera mengabarkan
Print Friendly and PDF

Selasa, 14 Mei 2019

Surabaya satu berbagi berkah ramadhan dengan warga eks lokalisasi

Surabaya, KIM Gundih

   Buka Bersama Pemerintah Kota Surabaya Dengan Warga Eks Lokalisasi Tambak Asri Morokrembangan, Selasa (14/5) sore. Bertempat di area SD Bina Karya, Datang tepat setelah jam berbuka ibu Tri Rismaharini langsung meluncur ke panggung dan melakukan penyerahan secara simbolis bingkisan lebaran.



   Tanpa banyak bicara ibu Tri Rismaharini hanya menyampaikan satu hal kepada warga bahwa beliau sudah bertemu dengan bapak Presiden dan membicarakan mengenai pembebasan lahan yang ditempati warga saat ini. Dalam acara ini dilakukan juga pemberian oleh-oleh dari ukm sekitar kepada ibu Tri Rismaharini sebagai ucapan terima kasih dan sebagai pembuktian bahwa warga eks lokalisasi pun bisa berkreasi untuk selalu berusaha mandiri dan berdikari.



    Dalam perjalan balik menuju mobil Ibu Tri Rismaharini menyempatkan diri menjawab pertanyaan dari rekan-rekan media atas pernyataan beliau mengenai pembebasan lahan warga yang disampaikan ke Bapak Presiden. Beliau menjelaskan bahwa sebenarnya proses sertifikasi wilayah ini sudah mau selesai dikarenakan menteri BPN sendiri sudah tanda tangan, tapi tiba-tiba ada surat dari BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) yang mengklaim bahwa itu adalah aset tanahnya.

    Tempo hari ibu Tri Rismaharini diundang bapak Presiden di Istana Bogor dengan para Bupati serta Walikota lainnya, dan ditanyakanlah apa yang beliau butuhkan, disaat itulah ibu Tri Rismaharini menyampaikan masalah tanah warga ini.
 

   Disampaikan oleh beliau bahwa pada dasarnya luas tanah tersebut tidaklah terlalu luas, bisa dikatakan tidak sampai 20 hektar, tapi tanah tersebut diisi oleh ribuan KK. Hal itulah yang diharapkan ibu Tri Rismaharini untuk bisa dibantu oleh bapak Presiden. Menjawab permintaan tersebut bapak Presiden mengatakan akan mengkoordinasikan hal tersebut dengan menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) karena menteri BPN sendiri sudah tidak ada masalah. Ibu Tri Rismaharini sendiri dalam waktu dekat juga akan secepatnya menghadap menteri PUPR yang membawahi BBWS untuk menindak lanjuti jawaban dari bapak Presiden tersebut.


    Melihat ruwetnya proses pengukuran yang nantinya akan dilakukan, ibu Tri Rismaharini sendiri tidak bisa menjanjikan bahwa tahun ini semua proses ini bisa diselesaikan. Banyak warga yang tidak mampu untuk membiayai pengurusan sertifikasi tersebut, namun beliau mengatakan bahwa plotingnya bisa tahun depan untuk sertifikasi massal yang tanpa bayar. Sertifikasi gratis itu sendiri pada dasarnya masih akan terus diperjuangkan dikarenakan kelengkapan dokumennya sendiri masih banyak yang kurang.

    Menutup pembicara dengan rekan-rekan media ibu Tri Rismaharini menyampaikan road show buka bersama di eks lokalisasi terinspirasi dari penutupan eks lokalisasi yang juga beliau lakukan pada bulan ramadhan, dan beliau berharap semua warga di eks lokalisasi bisa berubah untuk menjadi lebih baik lagi. (fan/kim)
Print Friendly and PDF

KLARIFIKASI DINAS KESEHATAN KOTA SURABAYA TERKAIT POLEMIK SIP

Surabaya, KIM Gundih

   Jumpa Pers Izin Praktek Dokter oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia, dan Direktur Rumah Sakit William Booth Surabaya, Selasa (14/5) siang. Bertempat di ruang jumpa pers Kantor Humas Pemerintah Kota Surabaya,

   Acara ini diadakan untuk membahas masalah izin praktek dokter yang sempat menjadi polemik di kalangan dokter di surabaya. Berpedoman pada permenkes no 56 tahun 2014, Dinas Kesehatan Kota Surabaya menjelaskan bahwa semua yang telah di tetapkan telah sesuai dengan aturan dan sama sekali bukan suatu tindakan yang bertujuan untuk menghambat pengajuan ijin dokter seperti yang selama ini dikhawatirkan di kalangan dokter di kota Surabaya.


   Ibu Feni selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya menjelaskan kepada rekan-rekan media bahwa pihaknya hanya menjalankan apa yang sudah diamanahkan undang-undang untuk mengatur dan menata rumah sakit dalam rangka pemerataan dan pengklasifikasian rumah sakit. Dokter yang akan bekerja di rumah sakit harus mengikuti kelas rumah sakitnya.

  Selama ini sosialisasi juga sudah dilakukan. Visitasi, feedback dan pembinaan-pembinaan juga telah dilakukan Dinas Kesehatan, bahkan sudah dimulai sejak tahun 2017. Beliau mengatakan bahwa dalam pengklasifikasian rumah sakit dilihat dari beberapa unsur diantaranya : sumber daya manusia, sarana prasarana, peralatan kesehatan, manajemen, dan pelayanan. jadi tidak bisa hanya berpatokan pada satu unsur saja.

   Masalah yang saat ini terjadi adalah jumlah spesialis di rumah sakit banyak yang berlebih dan tidak sesuai dengan batasan klasifikasi rumah sakitnya. Maka dari itu, dinas kesehatan bersikap tegas untuk meminta komitmen dari masing-masing rumah sakit yang bermasalah mengenai klasifikasinya.


  Pihak Dinas Kesehatan memberikan batas waktu yang tidak terbatas hingga ada kebijakan selanjutnya untuk rumah sakit mampu meningkatkan klasifikasinya, selama tetap ada progres yang nantinya juga akan selalu di pantau oleh tim pemantau dari Dinas Kesehatan. Karena itulah kembali ditekankan bahwa pada dasarnya penerbitan SIP (Surat Ijin Praktek) bergantung pada direktur rumah sakit sendiri, bukan pada dinas kesehatan, jadi turun atau tidaknya SIP adalah tergantung pada pemenuhan syarat atau tidaknya rumah sakit tersebut.

  Sebagai tambahan disampaikan juga bahwa SIP tidak boleh lebih dari 3 lokasi, tidak boleh ada dokter on call kecuali terjadi situasi gawat darurat. Sejalan dengan ibu Feni, perwakilan dari PERSI (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia) yang di wakilkan oleh dr.Hermin selaku Koordinator Wilayah Surabaya dan dr.Rini juga menyampaikan bahwa pada dasarnya masalah yang terjadi adalah adanya kesalah pahaman di kalangan dokter terhadap peraturan perundang-undangan yang di tegakkan oleh pihak Dinas Kesehatan Kota Surabaya


  Sebagai pembicara terakhir dr. Riyanto selaku direktur rumah sakit William Booth menyampaikan permohonan maaf karena hal ini mencuat dan membuat kekhawatiran dikarenakan aduan dari dua dokternya kepada anggota dewan tanpa koordinasi terlebih dahulu (fan/KIM)
Print Friendly and PDF