Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Sabtu, 14 September 2019

Pertama Kali Digelar, Festival Pesona Lokal Surabaya

KIM Gundih - Pertama Kali Digelar, Festival Pesona Lokal Surabaya Dipadati Ribuan Pengunjung Adira Finance Ajak Warga Surabaya Rasakan Sensasi Pesona Lokal Surabaya, (14/9) Pada hari ini ribuan pengunjung memadati Parkir Timur Plaza Surabaya, Kota Surabaya. untuk menghadiri acara Festival Pesona Lokal Adira Finance.

Kim Gundih Berkesempatan Mengahadiri acara pesona budaya lokal 2019 yang diselengarakan oleh Adira di parkir timur Plaza Srabaya.

Sukses digelar sejak tahun 2018 di sejumlah kota besar di Indonesia. kegiatan CSR yang mengangkat tema “Rasakan Sensasi Pesona Lokal” ini mengajak masyarakat kota Surabaya dan sekitarnya untuk pertama kalinya ikut memeriahkan dan merasakan sensasi budaya dan kearifan lokal provinsi Jawa Timur.

“Kami sangat senang bahwa pada hari ini kami dapat menggelar acara Festival Pesona Lokal untuk pertama kalinya di Surabaya dengan meriah. Terima kasih kepada masyarakat Jawa Timur khususnya kota Surabaya atas sambutan hangat dan partisipasinya yang Iuar biasa untuk acara ini. 
Saya juga turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan aparatur setempat serta para sponsor dan mitra Adira Finance yang telah mendukung dan membantu terselenggaranya kegiatan Festival Pesona Lokal Surabaya 2019 dengan meriah. aman dan tertib,” ujar I Dewa Made Susila selaku Direktur Keuangan Adira Finance.

Festival Pesona Lokal merupakan program CSR Adira Finance bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata (Pesona Indonesia) dan stasiun televisi nasional RCTI yang bertujuan untuk mempromosikan potensi budaya, pariwisata dan kearifan lokal suatu daerah.

Dalam mempromosikan budaya, pariwisata dan kearifan lokal Jawa Timur, pada tahun sebelumnya Festival Pesona Lokal diadakan di Kota Malang sedangkan pada tahun ini dihadirkan di Surabaya pada hari ini mulai dari pukul 14.00 hingga 21.00 waktu setempat.

Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Keuangan Adira Finance | Dewa Made Susila, Wakil Direktur Credit and Collection Adira Finance Denny Riza, Kepala Wilayah Area Jawa Timur Adira Finance Sugeng Hariadi, dan Chief Marketing Officer Adira Insurance Wayan Priama.

Kegiatan Festival Pesona Lokal Surabaya juga didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur khususnya Surabaya dalam rangka ikut meramaikan acara ini dan mempromosikan pariwisata dan kearifan lokal daerahnya= Gubernur Jawa Timur Khoflfah lndar Parawansa berserta jajarannya turut hadir di acara Festival Pesona Lokal untuk menyapa pengunjung dan masyarakat yang hadir.



Antusiasme masyarakat Surabaya sangat Iuar biasa pada kegiatan Festival Pesona Lokal hari ini, hal ini terlihat dari pengunjung yang memadati area Parkir Timur Plaza Surabaya mencapai Iebih dari 7500 orang dan Iebih dari 600 peserta ikut ambil bagian untuk mengikuti berbagai perlombaannya.

Mereka terdiri dari ekosistem Adira Finance (karyawan, dealer, agen, dan mitra bisnis), komunitas, pelajar, dan masyarakat umum.

Acara Festival Pesona Lokal Surabaya dimulai dengan acara parade Karnaval Budaya yang diikuti oleh Iebih dari 400 peserta yang menampilkan atraksi kekayaan budaya Jawa Timur mulai dari baju adat, musik tradisional hingga pertunjukan kesenian khas.

Karnaval budaya ini akan mengelilingi Parkir Timur Plaza Surabaya. Selain Parade Karnaval Budaya, Festival Pesona Lokal tahun ini mengadakan Lomba Tari Lokal Kontemporer yang diikuti sekitar 100 peserta, Lomba Desain Motif Khas Lokal Kontemporer pada media desain tong sampah dengan jumlah 30 peserta, dan Kompetisi ala Selebgram Lokal yang bisa diikuti oleh selurgh pengunjung.

Tidak ketinggalan akan ada berbagai permainan lokal, dan puncak dari kegiatan han ini adalah penampilan dari Heavy Monster dan Dewi Persik.

Tidak hanya sejumlah perlombaan yang dapat diikuti, para pengunjung Festival Pesona Lokal Surabaya juga disuguhkan dengan pasar rakyat yang dimeriahkan oleh booth-booth dari para sponsor serta puluhan UMKM terpilih dengan berbagai produk kuliner dan kerajinan khas Jawa Timur yang inovatif dan kreatif.

Area Festival Kuliner dan Foodtruck menjajakan berbagai makanan termasuk makanan khas Jawa Timur, tidak ketinggalan, terdapat pula area test drive untuk masyarakat yang ingin menjajal kendaraan roda dua dari berbagai merk.

Hadiah senilai total ratusan juta rupiah menanti para pemenang lomba di ajang Festival Pesona Lokal Surabaya. Pemenang Lomba Karnaval Budaya akan mendapatkan: juara 1 Rp. 15.000.000,, juara 2 Rp. 10.000.000,, dan juara 3 Rp.5.000.000,-. Pemenang Lomba Tari Kontemporer akan mendapatkan; juara utama uang tunai Rp. 5.000.000, dan juara favorit Rp. 2.000.000,. Untuk para pemenang Lomba Desain Motif Khas Lokal Kontemporer masing-masing akan mendapatkan uang tunai sejumlah ; juara 1 uang tunai Rp. 3.000.000,, juara 2 Rp. 2.000.000,, juara 3 Rp. 1.000.000,-. Sementara untuk pemenang Lomba Kompetisi ala selebgram akan mendapatkan uang tunai Rp. 2.000.000,untuk pemenang utama dan Rp. 1.000.000,untuk pemenang favorit, yang akan diumumkan H+7 di akun Instagram resmi Adira Finance di @adirafinanceid.


Adira Finance mendapatkan banyak dukungan dan bantuan dari berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta. Salah satunya yang menjadi sponsor utama yaitu Adira Insurance dan sponsor Iainnya seperti; MUFG Bank, PT Visonet Internasional (OVO), PT Pitoe Sarana Informatika, PT Astra Honda Motor, Coca Cola Amatil Indonesia, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, PT Suzuki Indomobii Sales, PT Triangle Motorindo (VIAR), PT Kawasaki Motor Indonesia, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, PT Asuransi Sinar Mas, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Asuransi Raksa Pratikara, PT. Solusi Transportasi Indonesia (Grab Indonesia), Comforta, Bank Danamon Indonesia, Telkom, Artajasa dan Alibaba.

“Semoga kegiatan Festival Pesona Lokal Surabaya dapat menjadi salah satu atraksi yang ikonik, yang menambah minat bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk datang berkunjung ke Surabaya dan melihat langsung kekayaan budaya Jawa Timur.

Kami juga berharap acara ini memberikan kesan yang baik bagi pengunjung maupun seluruh peserta, sehingga semakin menumbuhkan rasa cinta akan budaya dan kearifan lokal yang kita miliki dan juga berperan aktif untuk turut serta mempromosikannya,” tutup l Dewa Made Susila.(TH)
Print Friendly and PDF

Senin, 02 September 2019

Duka Yang Mempersatukan Semua


    KIM Gundih - Pagi itu tepatnya di hari Rabu, 10 Juli 2019 tak ada yang berbeda dengan hari-hari biasanya bagi warga sekitaran Gundih tepatnya Margorukun RW 2. Aktifitas warga pagi hari disibukkan dengan aktifitas perdagangan dan bekerja di pasar karena memang lokasi Margorukun I ini berdekatan dengan pasar warga yang berada di wilayah RW 2.

     Sekitar pukul 8.30 ketika warga sibuk dengan aktifitas mereka masing-masing terdengar teriakan kebakaran dari salah satu gang kecil di Margorukun lebar lebih tepatnya. Gang perkampungan dengan lebar tidak lebih dari 2 meter ini memang dihuni oleh ratusan Kepala Keluarga dengan bangunan berbeda antara permanen dan juga semi permanen.

    Teriakan warga yang mengabarkan adanya kebakaran di tempat tinggal mereka sontak membuat suasana pagi itu menjadi histeris. Warga secara swadaya berusaha menyelamatkan apa yang bisa di selamatkan terlebih dahulu setelah menyelamatkan jiwa tentunya. Karena memang di pemukiman ini tak sedikit juga dihuni oleh warga lansia yang perlu dibopong keluar rumah mereka untuk menyelamatkan diri. Kesigapan beberapa warga dengan langsung menghubungi Command Centre 112 juga langsung dikerjakan. Sepertinya beberapa warga juga sudah mulai mengenal nomer darurat yang dimiliki pemerintah kota Surabaya ini yang tak ubahnya seperti 911 di Amerika.



Sekitar 15 menit kemudian beberapa perangkat untuk penanganan kebakaran mulai berdatangan, baik itu Pemadam, Linmas, PMI, Tagana, Kepolisian, Pol PP,  juga perangkat Lurah dan Camat langsung merapat di Tempat Kejadian Kebakaran (TKK) waktu itu. Tak berhenti sampai dengan upaya pemadaman, penanganan pasca kebakaran juga harus dipikirkan secepat mungkin, mengingat korban dari musibah kebakaran ini tidak sedikit. Terdapat sedikitnya 21 rumah habis terbakar serta 11 rumah terdampak dari kejadian kebakaran ini. Dengan rincian 26 KK atau sekitar 82 jiwa dari korban kebakaran ini.

Terlepas dari upaya pemadaman oleh rekan-rekan PMK, beberapa pihak terkait mulai berfikir untuk menyediakan tempat penampungan sementara yang nyaman dan tidak terlalu jauh dari pemukiman yang terbakar. Gedung serbaguna Kampung Ilmu yang berada di Jl.Semarang akhirnya dipilih untuk lokasi penampungan warga korban kebakaran sore itu. Pembersihan dan pengkondisian penampungan dilakukan dengan sangat cepat. Tidak kurang dari 2 tempat penampungan sudah bersih berikut matras tidur sudah terpasang rapi dari rekan BPBD kota Surabaya dibantu dengan warga sekitar.



Sore hari sudah berlalu, seluruh korban sudah ditempatkan di lokasi penampungan. Ibu Walikota sore itu langsung berkunjung ke lokasi kebakaran dan penampungan sementara guna memberikan support dan dukungan kepada warga kotanya untuk tetap tabah dalam menghadapi musibah ini. Bu Risma sapaan akrab Walikota Surabaya ini juga berjanji akan memberikan prioritas penempatan rumah susun di daerah Penjaringan ke korban kebakaran yang rumahnya habis terbakar. Demikian juga  dengan sekolah anak-anak korban kebakaran akan dipermudah untuk berpindah sekolah yang dekat dengan rusun Penjaringan.



Masih di hari yang sama rabu  (10/7/2019) sekitar pukul 23.00 pendataan korban sekaligus pencetakan KK baru dilakukan dan diserahterimakan ke warga sebagai korban kebakaran. Kami disana harus bekerja keras dalam pendataan ini. Lelah sudah pasti dirasakan oleh Lurah serta Camat waktu itu, tapi ini dilakukan demi kelanjutan hidup saudara -saudara kita yang terkena musibah. Lelah malam itu sedikit berkurang dengan hadirnya rekan-rekan KIM serta hadirnya Ketua Karang Taruna kota Surabaya Cak Fuad waktu itu.
Semua elemen masyarakat bergerak kala itu,tidak ada sekat pemisah berupa perbedaan agama ,Suku, Ras atau dari mana anda berasal. Dalam hitungan jam, Flyer bantuan berterbangan di media sosial yang isinya ajakan untuk meringankan beban saudara kami di Gundih.  Keberagaman tak menghalangi mereka untuk membantu sesama, Komunitas-komunitas kecil bergerak bersama untuk mengumpulkan bantuan. Malam itu komunitas Ojol (Ojek Online) datang lebih awal dalam memberikan bantuannya.


Suasana di penampunganm di malam pertama paska kebakaran cukup ramai dengan kehadiran saudara-saudara dekat dari korban yang datang memberikan support dan dukungan. Semua membaur jadi satu dalam keberagaman. Sekolah-sekolah bergerak, PKK di tiap RT bergerak, komunitas bergerak, tokoh masyarakat semua bergerak menggalang bantuan dengan satu tujuan untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang ditimpa musibah. Semua elemen masyarakat Bersatu dalam perbedaan dengan menanggalkan terlebih dahulu apa, siapa, dan dari mana mereka berasal. Kekuatan media sosial juga berdampak besar kala itu untuk menggaungkan kebersamaan dalam meringankan beban sesama. Semoga jiwa bersatu dalam perbedaan ini tidak hanya timbul ketika kita semua diuji dengan yang namanya musibah namun akan tetap ada dalam keseharian kita dalam hidup bermasyarakat.

(Vivi  / KIM Gundih )

#keberagamanmasyarakat
Print Friendly and PDF

Minggu, 01 September 2019

Persatuan dalam Keberagaman

Surabaya, KIM Gundih

    Gundih merupakan salah satu kelurahan dari 54 Kelurahan di kota Surabaya dan berada di wilayah Surabaya Pusat dengan jumlah penduduk terpadat yang terbagi 10 Rukun Warga (RW) dan 84 Rukun Tetangga (RT). Hal ini dapat terlihat dari padatnya pemukiman dan jumlah warganya, dari warga tetap maupun musiman yang menghuni di wilayah Gundih. Hal ini secara langsung berdampak pada semakin beragamnya warga kelurahan Gundih, berbagai suku dan agama memenuhi di setiap sudutnya. Keberagaman merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam setiap kegiatan di wilayah Gundih. Tanpa memandang perbedaan tersebut warga bersama-sama saling menjaga toleransi untuk membangun wilayah masing-masing.

Nobar dengan 3 Pilar

            Toleransi dalam kehidupan bermasyarakat selalu ditanamkan sejak dini di kalangan anak-anak warga Gundih. Agustusan merupakan momen utama untuk selalu mempererat kebersamaan dan persaudaraan warga. Berbagai kegiatan untuk mengisi Kemerdekaan selalu melibatkan semua pihak dari berbagai elemen masyarakat agar tercipta suasana yang meriah dan menyenangkan untuk semua warga.

    Warga dari berbagai latar belakang yang berbeda saling memberikan kontribusinya dan keahliannya masing-masing dalam menghias kampung dengan berbagai hiasan bertemakan perjuangan dan kemerdekaan. Karnaval berkeliling kampung menjadi salah satu cara warga untuk menyebarkan nilai-nilai toleransi. Anak-anak dan pemuda sebagai generasi yang diharapkan bisa memberikan kedamaian dan kebahagiaan di hati masyarakat, selalu menjadi yang terdepan di setiap kegiatan. Bahkan bisa dikatakan bahwa mereka adalah salah satu bagian dari para tokoh pemersatu di dalam keberagaman masyarakat di wilayah Gundih - Kota Surabaya khususnya dan Negara Kesatuan Republik  Indonesia pada umumnya.


    Pemuda-pemudi Gundih sebagai salah satu garda terdepan harapan bangsa selalu berperan aktif membangun budaya bangsa dan memelihara kearifan lokal dalam setiap kegiatannya. Kirab Ramadhan dan grebek sahur merupakan salah satu tradisi yang tanpa dukungan dan tanpa adanya toleransi dari pemeluk agama lain maka hal itu tidak akan bisa terlaksana dengan baik.

    Sorak gembira dalam setiap hari libur keagamaan dari agama manapun dan saling bersilahturahmi, menjadi salah satu cara warga untuk menunjukkan toleransinya kepada sesama. Bahkan disetiap kegiatan kerja bakti yang diadakan pun semua warga tanpa membedakan suku, budaya, agama dan etnis saling bergotong royong untuk menjadikan wilayahnya bersih, indah dan penuh dengan inovasi untuk lingkungan. Berbagai program yang digalakkan pemerintah pun selalu diupayakan warga untuk selalu dilakukan secara bersama-sama. Warga saling berbagi satu sama lain untuk penanaman toga, dan penghijauan. Program Bank Sampah pun tak lepas dari campur tangan semua warga. Tanpa partisipasi semua orang Bank Sampah tidak akan bisa dijalankan dengan baik.

Beragam Juara telah didapat Warga Gundih
    Beragam penghargaan telah sering di dapatkan oleh warga. Semua itu tidak lain adalah karena semangat kebersamaan warga dalam memajukan lingkungan tempat tinggal mereka. Tanpa ada rasa saling memiliki dan kebersamaan dalam perbedaan di antara warga maka semua penghargaan itu tidak akan pernah bisa diraih. Bersatu dalam perbedaan itulah yang selalu dilakukan warga di kelurahan Gundih dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Karena lingkungan adalah milik kita bersama, tidak perduli siapapun kita, darimanapun kita berasal, tua, muda, laki-laki ataupun perempuan.

    Akhir kata, seperti yang peribahasa katakan dimana bumi dipijak maka disitu langit dijunjung, maka warga Gundih berusaha unutk tetap bersatu dan bersama dalam keberagaman masyarakat untuk hidup yang lebih baik (unity in diversity).
Untuk Gundih yang lebih baik,

KIM Gundih Sejahtera.
(Supriyadi/fan/kim)

#keberagamanmasyarakat

Crew KIM Gundih
Print Friendly and PDF

Gebyar Pesta Rakyat Dirgahayu RI 74 RW 5 Gundih


     Rukun Warga (RW) V Kelurahan Gundih, Surabaya menggelar malam peringatan HUT RI ke -74, Minggu (1/9/2019). Bertempat di raya dupak dijalur lambat.


     Acara yang bertema "Gebyar Pesta Rakyat" menjadi puncak peringatan Kemerdekaan yang digelar oleh seluruh jajaran di tingkat RT maupun RW.


   
      Dengan panggung megah dan tata lampu spektakuler juga adanya bazar didepan panggung menambah meriah acara puncak rangkaian seluruh kegiatan mulai lomba RT hingga lomba antar RT.


     Hadir dalam acara anggota DPRD Kota Surabaya Budi Laksono,SH, Puput Pujiastuti S.STP (Lurah Gundih), Yakobustimo (Bhabinkamtibmas), Sukir (Babinsa) juga perwakilan RW di Kelurahan Gundih.


     "Tetap jaga persatuan dan kesatuan antar warga dalam mewujudkan wilayah yang lebih maju hingga tercapai SDM unggul menuju Indonesia maju sesuai tema HUT RI ke 74*  ungkap Puput selaku lurah Gundih dalam sambutannya.


      Disamping acara inti, berbagai hiburan juga ditampilkan, mulai dari tari Remo, tari tradisional hingga tari modern pun ditampilkan.


     Sebagai penghujung seluruh rangkaian acara malam peringatan HUT RI ke 74, panitia acara menyuguhkan hiburan orkes dangdut dari OM NEW MARISTA.

 


Print Friendly and PDF

KEBERAGAMAN DALAM BINGKAI PERSATUAN

       
            Manusia pada hakikatnya diciptakan memang sebagai makhluk sosial, makluk yang tidak dapat terlepas dari manusia lain. Keduanya saling membutuhkan dan saling melengkapi dalam kekurangannya masing-masing. Belakangan ini kita seringkali dibenturkan dengan berita-berita yang belum tentu kebenarannya mengenai perselisihan-perselisihan antar etnis, antar agama bahkan dalam satu agama seringkali sengaja dibenturkan untuk menciptakan kegaduhan dan perpecahan bangsa.


           Dalam karya relief yang terdapat di salah satu kampung di wilayah Gundih ini, tersirat berbagai makna tentang indahnya kerukunan antar umat beragama di dalam kesatuan dan di dalam bingkai yang kita sebut-sebut sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ini merupakan prasasti sekaligus pengingat bagi kita semua tentang hidup berkerukunan antar umat beragama.
           Setidaknya terdapat 3 agama yang hidup berdampingan di wilayah Gundih ini, warga minoritas mendapatkan hak dan kewajibannya yang sama ketika berada dalam wilayah perkampungan. Tidak ada diskriminasi yang mengatas namakan Agama, Suku dan Ras karena warga melihat dan menilai seseorang berdasarkan kesosialan mereka dan kesosialan tidak terkait dengan agama dan suku manapun, tinggal bagaimana kita bisa menempatkan diri dalam bergaul dan berinteraksi dengan warga sekitar.
           Suatu ketika ada salah satu warga di kampung ini mengelar acara kirim doa bagi saudara mereka yang telah meninggal, tradisi ini dilakukan biasanya selama 7 hari ketika ada kerabat atau saudara yang meninggal dunia. Mungkin bagi sesama muslim, ini hal yang wajib yang akan kita lakukan. Namun ada yang berbeda disini, Pak Tukiman (atau yang kerap mereka sapa dengan panggilan pak Tuk) pria dengan usia sekitar 65 tahun yang merupakan pemeluk agama Kristen juga turut hadir dalam acara tersebut.

           Hal ini bukan soal keyakinan beragama, ini soal bagaimana kita saling menghormati antar umat beragama. Apakah cara berdoa mereka mengikuti cara berdoa yang seagama ?.. Tentunya dengan menggunakan cara dan keyakinan mereka tanpa mengganggu keyakinan orang lain. Ini lebih kepada bagaimana kita bisa saling mendoakan antar sesama manusia tanpa menghilangkan keyakinan kita.’’Saya datang kesini mendoakan tetangga saya yang selama hidupnya berinteraksi dengan saya, ya dengan cara dan dengan apa yang saya yakini’’ tutur beliau.
            Ini menjadikan gambaran bagi kita semua, bahwa sesungguhnya di tingkat masyarakat terbawah tidak pernah ada yang namanya perpecahan yang mengatasnamakan Agama, yang terjadi saat ini di Negeri yang kita cintai adalah perpecahan dan perkelahian dengan kepentingan-kepentingan tertentu yang kebetulan menggunakan Agama sebagai sarananya. Anak-anak kita perlu kita bentengi dengan pemahaman-pemahaman agama dan dengan idiologi Pancasila karena merekalah generasi yang paling rentan dibenturkan atas kepentingan- kepentingan tertentu.


          Dengan menumbuhkan sikap Pancasila sebagai dasar negara dan bernegara seharusnya generasi muda kita tidak mudah terbawa kepada arus globalisasi dan teknologi. Dimana di era ini interaksi antar anak semakin dibatasi dengan kemunculan smartphone. Ditambah lagi dengan semakin terbatasnya ruang untuk mereka bermain sehingga yang terjadi mereka lebih asyik dengan perangkat smartphone mereka.

            Mereka sudah terbawa kedalam dunia maya bukan dunia nyata dengan permainan-permainan yang membutuhkan interaksi antar sesama. Maka jangan heran kalau 5 sampai 10 tahun kedepan kita akan kesulitan mencari pengganti pengurus RT/RW di wilayah perkampungan. Dimana pengurus RT/RW bisa dikatakan sebagai Orang dengan rasa kesosialan yang tinggi untuk membenahi wilayah. Karena saat ini anak-anak kita tidak mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan yang lain, sehingga di perlukan adanya tempat bermain anak  sebagai sarana anak dalam bersosialisasi dan berkreasi di setiap wilayah. 

            Sekarang ini, begitu mudahnya  berita-berita HOAX tentang pertengkaran atas nama Agama di kembangkan dan disebarluaskan melalui media-media sosial, dimana informasi tersebut dapat dengan mudah di akses dan dibaca oleh generasi muda kita. 
Sehingga dengan melakukan kegiatan-kegiatan positif serta pembentengan diri diharapkan generasi muda kita senantiasa dapat memahami bahwa di Indonesia  Negeri tercinta ini kita hidup dengan berdampingan antar satu agama dengan agama yang lain. Semoga masih ada kata ‘‘Bersatu dalam Perbedaan’’ yang terus akan kita junjung tinggi.

(Edwin Murdani)

#keberagamanmasyarakat

Print Friendly and PDF