Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Sabtu, 14 September 2019

Pertama Kali Digelar, Festival Pesona Lokal Surabaya

KIM Gundih - Pertama Kali Digelar, Festival Pesona Lokal Surabaya Dipadati Ribuan Pengunjung Adira Finance Ajak Warga Surabaya Rasakan Sensasi Pesona Lokal Surabaya, (14/9) Pada hari ini ribuan pengunjung memadati Parkir Timur Plaza Surabaya, Kota Surabaya. untuk menghadiri acara Festival Pesona Lokal Adira Finance.

Kim Gundih Berkesempatan Mengahadiri acara pesona budaya lokal 2019 yang diselengarakan oleh Adira di parkir timur Plaza Srabaya.

Sukses digelar sejak tahun 2018 di sejumlah kota besar di Indonesia. kegiatan CSR yang mengangkat tema “Rasakan Sensasi Pesona Lokal” ini mengajak masyarakat kota Surabaya dan sekitarnya untuk pertama kalinya ikut memeriahkan dan merasakan sensasi budaya dan kearifan lokal provinsi Jawa Timur.

“Kami sangat senang bahwa pada hari ini kami dapat menggelar acara Festival Pesona Lokal untuk pertama kalinya di Surabaya dengan meriah. Terima kasih kepada masyarakat Jawa Timur khususnya kota Surabaya atas sambutan hangat dan partisipasinya yang Iuar biasa untuk acara ini. 
Saya juga turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan aparatur setempat serta para sponsor dan mitra Adira Finance yang telah mendukung dan membantu terselenggaranya kegiatan Festival Pesona Lokal Surabaya 2019 dengan meriah. aman dan tertib,” ujar I Dewa Made Susila selaku Direktur Keuangan Adira Finance.

Festival Pesona Lokal merupakan program CSR Adira Finance bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata (Pesona Indonesia) dan stasiun televisi nasional RCTI yang bertujuan untuk mempromosikan potensi budaya, pariwisata dan kearifan lokal suatu daerah.

Dalam mempromosikan budaya, pariwisata dan kearifan lokal Jawa Timur, pada tahun sebelumnya Festival Pesona Lokal diadakan di Kota Malang sedangkan pada tahun ini dihadirkan di Surabaya pada hari ini mulai dari pukul 14.00 hingga 21.00 waktu setempat.

Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Keuangan Adira Finance | Dewa Made Susila, Wakil Direktur Credit and Collection Adira Finance Denny Riza, Kepala Wilayah Area Jawa Timur Adira Finance Sugeng Hariadi, dan Chief Marketing Officer Adira Insurance Wayan Priama.

Kegiatan Festival Pesona Lokal Surabaya juga didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur khususnya Surabaya dalam rangka ikut meramaikan acara ini dan mempromosikan pariwisata dan kearifan lokal daerahnya= Gubernur Jawa Timur Khoflfah lndar Parawansa berserta jajarannya turut hadir di acara Festival Pesona Lokal untuk menyapa pengunjung dan masyarakat yang hadir.



Antusiasme masyarakat Surabaya sangat Iuar biasa pada kegiatan Festival Pesona Lokal hari ini, hal ini terlihat dari pengunjung yang memadati area Parkir Timur Plaza Surabaya mencapai Iebih dari 7500 orang dan Iebih dari 600 peserta ikut ambil bagian untuk mengikuti berbagai perlombaannya.

Mereka terdiri dari ekosistem Adira Finance (karyawan, dealer, agen, dan mitra bisnis), komunitas, pelajar, dan masyarakat umum.

Acara Festival Pesona Lokal Surabaya dimulai dengan acara parade Karnaval Budaya yang diikuti oleh Iebih dari 400 peserta yang menampilkan atraksi kekayaan budaya Jawa Timur mulai dari baju adat, musik tradisional hingga pertunjukan kesenian khas.

Karnaval budaya ini akan mengelilingi Parkir Timur Plaza Surabaya. Selain Parade Karnaval Budaya, Festival Pesona Lokal tahun ini mengadakan Lomba Tari Lokal Kontemporer yang diikuti sekitar 100 peserta, Lomba Desain Motif Khas Lokal Kontemporer pada media desain tong sampah dengan jumlah 30 peserta, dan Kompetisi ala Selebgram Lokal yang bisa diikuti oleh selurgh pengunjung.

Tidak ketinggalan akan ada berbagai permainan lokal, dan puncak dari kegiatan han ini adalah penampilan dari Heavy Monster dan Dewi Persik.

Tidak hanya sejumlah perlombaan yang dapat diikuti, para pengunjung Festival Pesona Lokal Surabaya juga disuguhkan dengan pasar rakyat yang dimeriahkan oleh booth-booth dari para sponsor serta puluhan UMKM terpilih dengan berbagai produk kuliner dan kerajinan khas Jawa Timur yang inovatif dan kreatif.

Area Festival Kuliner dan Foodtruck menjajakan berbagai makanan termasuk makanan khas Jawa Timur, tidak ketinggalan, terdapat pula area test drive untuk masyarakat yang ingin menjajal kendaraan roda dua dari berbagai merk.

Hadiah senilai total ratusan juta rupiah menanti para pemenang lomba di ajang Festival Pesona Lokal Surabaya. Pemenang Lomba Karnaval Budaya akan mendapatkan: juara 1 Rp. 15.000.000,, juara 2 Rp. 10.000.000,, dan juara 3 Rp.5.000.000,-. Pemenang Lomba Tari Kontemporer akan mendapatkan; juara utama uang tunai Rp. 5.000.000, dan juara favorit Rp. 2.000.000,. Untuk para pemenang Lomba Desain Motif Khas Lokal Kontemporer masing-masing akan mendapatkan uang tunai sejumlah ; juara 1 uang tunai Rp. 3.000.000,, juara 2 Rp. 2.000.000,, juara 3 Rp. 1.000.000,-. Sementara untuk pemenang Lomba Kompetisi ala selebgram akan mendapatkan uang tunai Rp. 2.000.000,untuk pemenang utama dan Rp. 1.000.000,untuk pemenang favorit, yang akan diumumkan H+7 di akun Instagram resmi Adira Finance di @adirafinanceid.


Adira Finance mendapatkan banyak dukungan dan bantuan dari berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta. Salah satunya yang menjadi sponsor utama yaitu Adira Insurance dan sponsor Iainnya seperti; MUFG Bank, PT Visonet Internasional (OVO), PT Pitoe Sarana Informatika, PT Astra Honda Motor, Coca Cola Amatil Indonesia, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, PT Suzuki Indomobii Sales, PT Triangle Motorindo (VIAR), PT Kawasaki Motor Indonesia, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, PT Asuransi Sinar Mas, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Asuransi Raksa Pratikara, PT. Solusi Transportasi Indonesia (Grab Indonesia), Comforta, Bank Danamon Indonesia, Telkom, Artajasa dan Alibaba.

“Semoga kegiatan Festival Pesona Lokal Surabaya dapat menjadi salah satu atraksi yang ikonik, yang menambah minat bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk datang berkunjung ke Surabaya dan melihat langsung kekayaan budaya Jawa Timur.

Kami juga berharap acara ini memberikan kesan yang baik bagi pengunjung maupun seluruh peserta, sehingga semakin menumbuhkan rasa cinta akan budaya dan kearifan lokal yang kita miliki dan juga berperan aktif untuk turut serta mempromosikannya,” tutup l Dewa Made Susila.(TH)
Print Friendly and PDF

Senin, 02 September 2019

Duka Yang Mempersatukan Semua


    KIM Gundih - Pagi itu tepatnya di hari Rabu, 10 Juli 2019 tak ada yang berbeda dengan hari-hari biasanya bagi warga sekitaran Gundih tepatnya Margorukun RW 2. Aktifitas warga pagi hari disibukkan dengan aktifitas perdagangan dan bekerja di pasar karena memang lokasi Margorukun I ini berdekatan dengan pasar warga yang berada di wilayah RW 2.

     Sekitar pukul 8.30 ketika warga sibuk dengan aktifitas mereka masing-masing terdengar teriakan kebakaran dari salah satu gang kecil di Margorukun lebar lebih tepatnya. Gang perkampungan dengan lebar tidak lebih dari 2 meter ini memang dihuni oleh ratusan Kepala Keluarga dengan bangunan berbeda antara permanen dan juga semi permanen.

    Teriakan warga yang mengabarkan adanya kebakaran di tempat tinggal mereka sontak membuat suasana pagi itu menjadi histeris. Warga secara swadaya berusaha menyelamatkan apa yang bisa di selamatkan terlebih dahulu setelah menyelamatkan jiwa tentunya. Karena memang di pemukiman ini tak sedikit juga dihuni oleh warga lansia yang perlu dibopong keluar rumah mereka untuk menyelamatkan diri. Kesigapan beberapa warga dengan langsung menghubungi Command Centre 112 juga langsung dikerjakan. Sepertinya beberapa warga juga sudah mulai mengenal nomer darurat yang dimiliki pemerintah kota Surabaya ini yang tak ubahnya seperti 911 di Amerika.



Sekitar 15 menit kemudian beberapa perangkat untuk penanganan kebakaran mulai berdatangan, baik itu Pemadam, Linmas, PMI, Tagana, Kepolisian, Pol PP,  juga perangkat Lurah dan Camat langsung merapat di Tempat Kejadian Kebakaran (TKK) waktu itu. Tak berhenti sampai dengan upaya pemadaman, penanganan pasca kebakaran juga harus dipikirkan secepat mungkin, mengingat korban dari musibah kebakaran ini tidak sedikit. Terdapat sedikitnya 21 rumah habis terbakar serta 11 rumah terdampak dari kejadian kebakaran ini. Dengan rincian 26 KK atau sekitar 82 jiwa dari korban kebakaran ini.

Terlepas dari upaya pemadaman oleh rekan-rekan PMK, beberapa pihak terkait mulai berfikir untuk menyediakan tempat penampungan sementara yang nyaman dan tidak terlalu jauh dari pemukiman yang terbakar. Gedung serbaguna Kampung Ilmu yang berada di Jl.Semarang akhirnya dipilih untuk lokasi penampungan warga korban kebakaran sore itu. Pembersihan dan pengkondisian penampungan dilakukan dengan sangat cepat. Tidak kurang dari 2 tempat penampungan sudah bersih berikut matras tidur sudah terpasang rapi dari rekan BPBD kota Surabaya dibantu dengan warga sekitar.



Sore hari sudah berlalu, seluruh korban sudah ditempatkan di lokasi penampungan. Ibu Walikota sore itu langsung berkunjung ke lokasi kebakaran dan penampungan sementara guna memberikan support dan dukungan kepada warga kotanya untuk tetap tabah dalam menghadapi musibah ini. Bu Risma sapaan akrab Walikota Surabaya ini juga berjanji akan memberikan prioritas penempatan rumah susun di daerah Penjaringan ke korban kebakaran yang rumahnya habis terbakar. Demikian juga  dengan sekolah anak-anak korban kebakaran akan dipermudah untuk berpindah sekolah yang dekat dengan rusun Penjaringan.



Masih di hari yang sama rabu  (10/7/2019) sekitar pukul 23.00 pendataan korban sekaligus pencetakan KK baru dilakukan dan diserahterimakan ke warga sebagai korban kebakaran. Kami disana harus bekerja keras dalam pendataan ini. Lelah sudah pasti dirasakan oleh Lurah serta Camat waktu itu, tapi ini dilakukan demi kelanjutan hidup saudara -saudara kita yang terkena musibah. Lelah malam itu sedikit berkurang dengan hadirnya rekan-rekan KIM serta hadirnya Ketua Karang Taruna kota Surabaya Cak Fuad waktu itu.
Semua elemen masyarakat bergerak kala itu,tidak ada sekat pemisah berupa perbedaan agama ,Suku, Ras atau dari mana anda berasal. Dalam hitungan jam, Flyer bantuan berterbangan di media sosial yang isinya ajakan untuk meringankan beban saudara kami di Gundih.  Keberagaman tak menghalangi mereka untuk membantu sesama, Komunitas-komunitas kecil bergerak bersama untuk mengumpulkan bantuan. Malam itu komunitas Ojol (Ojek Online) datang lebih awal dalam memberikan bantuannya.


Suasana di penampunganm di malam pertama paska kebakaran cukup ramai dengan kehadiran saudara-saudara dekat dari korban yang datang memberikan support dan dukungan. Semua membaur jadi satu dalam keberagaman. Sekolah-sekolah bergerak, PKK di tiap RT bergerak, komunitas bergerak, tokoh masyarakat semua bergerak menggalang bantuan dengan satu tujuan untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang ditimpa musibah. Semua elemen masyarakat Bersatu dalam perbedaan dengan menanggalkan terlebih dahulu apa, siapa, dan dari mana mereka berasal. Kekuatan media sosial juga berdampak besar kala itu untuk menggaungkan kebersamaan dalam meringankan beban sesama. Semoga jiwa bersatu dalam perbedaan ini tidak hanya timbul ketika kita semua diuji dengan yang namanya musibah namun akan tetap ada dalam keseharian kita dalam hidup bermasyarakat.

(Vivi  / KIM Gundih )

#keberagamanmasyarakat
Print Friendly and PDF

Minggu, 01 September 2019

Persatuan dalam Keberagaman

Surabaya, KIM Gundih

    Gundih merupakan salah satu kelurahan dari 54 Kelurahan di kota Surabaya dan berada di wilayah Surabaya Pusat dengan jumlah penduduk terpadat yang terbagi 10 Rukun Warga (RW) dan 84 Rukun Tetangga (RT). Hal ini dapat terlihat dari padatnya pemukiman dan jumlah warganya, dari warga tetap maupun musiman yang menghuni di wilayah Gundih. Hal ini secara langsung berdampak pada semakin beragamnya warga kelurahan Gundih, berbagai suku dan agama memenuhi di setiap sudutnya. Keberagaman merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam setiap kegiatan di wilayah Gundih. Tanpa memandang perbedaan tersebut warga bersama-sama saling menjaga toleransi untuk membangun wilayah masing-masing.

Nobar dengan 3 Pilar

            Toleransi dalam kehidupan bermasyarakat selalu ditanamkan sejak dini di kalangan anak-anak warga Gundih. Agustusan merupakan momen utama untuk selalu mempererat kebersamaan dan persaudaraan warga. Berbagai kegiatan untuk mengisi Kemerdekaan selalu melibatkan semua pihak dari berbagai elemen masyarakat agar tercipta suasana yang meriah dan menyenangkan untuk semua warga.

    Warga dari berbagai latar belakang yang berbeda saling memberikan kontribusinya dan keahliannya masing-masing dalam menghias kampung dengan berbagai hiasan bertemakan perjuangan dan kemerdekaan. Karnaval berkeliling kampung menjadi salah satu cara warga untuk menyebarkan nilai-nilai toleransi. Anak-anak dan pemuda sebagai generasi yang diharapkan bisa memberikan kedamaian dan kebahagiaan di hati masyarakat, selalu menjadi yang terdepan di setiap kegiatan. Bahkan bisa dikatakan bahwa mereka adalah salah satu bagian dari para tokoh pemersatu di dalam keberagaman masyarakat di wilayah Gundih - Kota Surabaya khususnya dan Negara Kesatuan Republik  Indonesia pada umumnya.


    Pemuda-pemudi Gundih sebagai salah satu garda terdepan harapan bangsa selalu berperan aktif membangun budaya bangsa dan memelihara kearifan lokal dalam setiap kegiatannya. Kirab Ramadhan dan grebek sahur merupakan salah satu tradisi yang tanpa dukungan dan tanpa adanya toleransi dari pemeluk agama lain maka hal itu tidak akan bisa terlaksana dengan baik.

    Sorak gembira dalam setiap hari libur keagamaan dari agama manapun dan saling bersilahturahmi, menjadi salah satu cara warga untuk menunjukkan toleransinya kepada sesama. Bahkan disetiap kegiatan kerja bakti yang diadakan pun semua warga tanpa membedakan suku, budaya, agama dan etnis saling bergotong royong untuk menjadikan wilayahnya bersih, indah dan penuh dengan inovasi untuk lingkungan. Berbagai program yang digalakkan pemerintah pun selalu diupayakan warga untuk selalu dilakukan secara bersama-sama. Warga saling berbagi satu sama lain untuk penanaman toga, dan penghijauan. Program Bank Sampah pun tak lepas dari campur tangan semua warga. Tanpa partisipasi semua orang Bank Sampah tidak akan bisa dijalankan dengan baik.

Beragam Juara telah didapat Warga Gundih
    Beragam penghargaan telah sering di dapatkan oleh warga. Semua itu tidak lain adalah karena semangat kebersamaan warga dalam memajukan lingkungan tempat tinggal mereka. Tanpa ada rasa saling memiliki dan kebersamaan dalam perbedaan di antara warga maka semua penghargaan itu tidak akan pernah bisa diraih. Bersatu dalam perbedaan itulah yang selalu dilakukan warga di kelurahan Gundih dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Karena lingkungan adalah milik kita bersama, tidak perduli siapapun kita, darimanapun kita berasal, tua, muda, laki-laki ataupun perempuan.

    Akhir kata, seperti yang peribahasa katakan dimana bumi dipijak maka disitu langit dijunjung, maka warga Gundih berusaha unutk tetap bersatu dan bersama dalam keberagaman masyarakat untuk hidup yang lebih baik (unity in diversity).
Untuk Gundih yang lebih baik,

KIM Gundih Sejahtera.
(Supriyadi/fan/kim)

#keberagamanmasyarakat

Crew KIM Gundih
Print Friendly and PDF

Gebyar Pesta Rakyat Dirgahayu RI 74 RW 5 Gundih


     Rukun Warga (RW) V Kelurahan Gundih, Surabaya menggelar malam peringatan HUT RI ke -74, Minggu (1/9/2019). Bertempat di raya dupak dijalur lambat.


     Acara yang bertema "Gebyar Pesta Rakyat" menjadi puncak peringatan Kemerdekaan yang digelar oleh seluruh jajaran di tingkat RT maupun RW.


   
      Dengan panggung megah dan tata lampu spektakuler juga adanya bazar didepan panggung menambah meriah acara puncak rangkaian seluruh kegiatan mulai lomba RT hingga lomba antar RT.


     Hadir dalam acara anggota DPRD Kota Surabaya Budi Laksono,SH, Puput Pujiastuti S.STP (Lurah Gundih), Yakobustimo (Bhabinkamtibmas), Sukir (Babinsa) juga perwakilan RW di Kelurahan Gundih.


     "Tetap jaga persatuan dan kesatuan antar warga dalam mewujudkan wilayah yang lebih maju hingga tercapai SDM unggul menuju Indonesia maju sesuai tema HUT RI ke 74*  ungkap Puput selaku lurah Gundih dalam sambutannya.


      Disamping acara inti, berbagai hiburan juga ditampilkan, mulai dari tari Remo, tari tradisional hingga tari modern pun ditampilkan.


     Sebagai penghujung seluruh rangkaian acara malam peringatan HUT RI ke 74, panitia acara menyuguhkan hiburan orkes dangdut dari OM NEW MARISTA.

 


Print Friendly and PDF

KEBERAGAMAN DALAM BINGKAI PERSATUAN

       
            Manusia pada hakikatnya diciptakan memang sebagai makhluk sosial, makluk yang tidak dapat terlepas dari manusia lain. Keduanya saling membutuhkan dan saling melengkapi dalam kekurangannya masing-masing. Belakangan ini kita seringkali dibenturkan dengan berita-berita yang belum tentu kebenarannya mengenai perselisihan-perselisihan antar etnis, antar agama bahkan dalam satu agama seringkali sengaja dibenturkan untuk menciptakan kegaduhan dan perpecahan bangsa.


           Dalam karya relief yang terdapat di salah satu kampung di wilayah Gundih ini, tersirat berbagai makna tentang indahnya kerukunan antar umat beragama di dalam kesatuan dan di dalam bingkai yang kita sebut-sebut sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ini merupakan prasasti sekaligus pengingat bagi kita semua tentang hidup berkerukunan antar umat beragama.
           Setidaknya terdapat 3 agama yang hidup berdampingan di wilayah Gundih ini, warga minoritas mendapatkan hak dan kewajibannya yang sama ketika berada dalam wilayah perkampungan. Tidak ada diskriminasi yang mengatas namakan Agama, Suku dan Ras karena warga melihat dan menilai seseorang berdasarkan kesosialan mereka dan kesosialan tidak terkait dengan agama dan suku manapun, tinggal bagaimana kita bisa menempatkan diri dalam bergaul dan berinteraksi dengan warga sekitar.
           Suatu ketika ada salah satu warga di kampung ini mengelar acara kirim doa bagi saudara mereka yang telah meninggal, tradisi ini dilakukan biasanya selama 7 hari ketika ada kerabat atau saudara yang meninggal dunia. Mungkin bagi sesama muslim, ini hal yang wajib yang akan kita lakukan. Namun ada yang berbeda disini, Pak Tukiman (atau yang kerap mereka sapa dengan panggilan pak Tuk) pria dengan usia sekitar 65 tahun yang merupakan pemeluk agama Kristen juga turut hadir dalam acara tersebut.

           Hal ini bukan soal keyakinan beragama, ini soal bagaimana kita saling menghormati antar umat beragama. Apakah cara berdoa mereka mengikuti cara berdoa yang seagama ?.. Tentunya dengan menggunakan cara dan keyakinan mereka tanpa mengganggu keyakinan orang lain. Ini lebih kepada bagaimana kita bisa saling mendoakan antar sesama manusia tanpa menghilangkan keyakinan kita.’’Saya datang kesini mendoakan tetangga saya yang selama hidupnya berinteraksi dengan saya, ya dengan cara dan dengan apa yang saya yakini’’ tutur beliau.
            Ini menjadikan gambaran bagi kita semua, bahwa sesungguhnya di tingkat masyarakat terbawah tidak pernah ada yang namanya perpecahan yang mengatasnamakan Agama, yang terjadi saat ini di Negeri yang kita cintai adalah perpecahan dan perkelahian dengan kepentingan-kepentingan tertentu yang kebetulan menggunakan Agama sebagai sarananya. Anak-anak kita perlu kita bentengi dengan pemahaman-pemahaman agama dan dengan idiologi Pancasila karena merekalah generasi yang paling rentan dibenturkan atas kepentingan- kepentingan tertentu.


          Dengan menumbuhkan sikap Pancasila sebagai dasar negara dan bernegara seharusnya generasi muda kita tidak mudah terbawa kepada arus globalisasi dan teknologi. Dimana di era ini interaksi antar anak semakin dibatasi dengan kemunculan smartphone. Ditambah lagi dengan semakin terbatasnya ruang untuk mereka bermain sehingga yang terjadi mereka lebih asyik dengan perangkat smartphone mereka.

            Mereka sudah terbawa kedalam dunia maya bukan dunia nyata dengan permainan-permainan yang membutuhkan interaksi antar sesama. Maka jangan heran kalau 5 sampai 10 tahun kedepan kita akan kesulitan mencari pengganti pengurus RT/RW di wilayah perkampungan. Dimana pengurus RT/RW bisa dikatakan sebagai Orang dengan rasa kesosialan yang tinggi untuk membenahi wilayah. Karena saat ini anak-anak kita tidak mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan yang lain, sehingga di perlukan adanya tempat bermain anak  sebagai sarana anak dalam bersosialisasi dan berkreasi di setiap wilayah. 

            Sekarang ini, begitu mudahnya  berita-berita HOAX tentang pertengkaran atas nama Agama di kembangkan dan disebarluaskan melalui media-media sosial, dimana informasi tersebut dapat dengan mudah di akses dan dibaca oleh generasi muda kita. 
Sehingga dengan melakukan kegiatan-kegiatan positif serta pembentengan diri diharapkan generasi muda kita senantiasa dapat memahami bahwa di Indonesia  Negeri tercinta ini kita hidup dengan berdampingan antar satu agama dengan agama yang lain. Semoga masih ada kata ‘‘Bersatu dalam Perbedaan’’ yang terus akan kita junjung tinggi.

(Edwin Murdani)

#keberagamanmasyarakat

Print Friendly and PDF

Sabtu, 31 Agustus 2019

Pelatihan Iklan Layanan Masyarakat (ILM) Diskominfo bersama KIM se-Surabaya


Surabaya, KIM Gundih

     Taman Flora menjadi rujukan rekan-rekan dari Diskominfo kota Surabaya untuk memberikan edukasi dan pelatihan Iklan Layanan Masyarakat (ILM) kepada rekan-rekan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) se-Surabaya, Sabtu (31/8) pagi.


    Bertempat di gazebo dalam Taman Flora, Diskominfo menghadirkan Cak Oyot Kuwiakar bersama timnya untuk memberikan pelatihan dan pengarahan bagi rekan-rekan KIM se-Surabaya agar bisa membuat Iklan Layanan Masyarakat yang baik dan menarik.


    Hadir di antara rekan-rekan KIM se-Surabaya, Ibu Puri Surjandari, M.Si mewakili Diskominfo kota Surabaya. Beliau menyampaikan betapa pentingnya pelatihan bagi rekan-rekan KIM untuk meningkatkan keahlian dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, dan diharapkan dengan iklan layanan masyarakat lebih mengena kepada seluruh lapisan karena disampaikan  melalui media video dengan pesan yang ringan, komplek tapi tidak mengurangi maksud dan tujuan yang terkandung.


    Kegiatan pelatihan ini dikemas secara menarik dengan penjelasan yang sangat mudah dipahami oleh rekan-rekan KIM se-Surabaya. Dalam pemberian materi, Cak Oyot bersama tim menjelaskan berbagai unsur-unsur penting dalam pembuatan Iklan Layanan Masyarakat, mulai dari pemahaman akting dan karakter hingga bagaimana setting terbaik setiap peralatan yang digunakan dalam melakukan penggambilan gambar maupun video untuk Iklan Layanan Masyarakat.


     Usai pemberian materi, Cak Oyot bersama tim mengajak para peserta pelatihan untuk mempraktekkan secara langsung ilmu yang telah disampaikan, Peserta dibagi kedalam beberapa kelompok yang kemudian masing-masing kelompok membuat video Iklan Layanan Masyarakat sesuai dengan tema yang dipilih. Pelatihan pun ditutup dengan presentasi hasil pembuatan video Iklan Layanan Masyarakat dari masing-masing kelompok. (fan/kim)
Print Friendly and PDF

Kamis, 29 Agustus 2019

Lomba lansia se surabaya pusat


    Tepuk tangan riuh terdengar di taman prestasi, ketabang kali kemarin (29/8). Ternyata di sana tengah berlangsung lomba  lansia se surabaya pusat dalam rangka HUT Kemerdekaan RI kd 74. Salah satunya lomba memindah bola dengan tongkat. Meski sudah berusia lanjut, mereka tetap terlihat bersemangat.
’’Harus menang,’’ ujar Siswoyo, salah seorang peserta dengan semangat.


      Lomba dengan peserta se wilayah surabaya pusat atau 4 Kecamatan tersebut diadakan selama 3 hari dimulai dari selasa (27/8) hingga kamis (29/8).
Untuk hari selasa dan rabu diadakan di lapangan tugu pahlawan dan penutup sekaligus penyerahan hadiah pada hari kamis di taman prestasi, ketabang kali.


    " Lomba yang digagas oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) surabaya ini dimaksudkan untuk memberi semangat kepada para lansia lebih produktif dan aktif berkegiatan. Juga memotivasi bahwa mereka masih mampu jika terus berusaha" ujar Bapak Sonny selaku ketua panitia.


       Enam kategori lomba diperebutkan peserta adalah lomba Senam Bugar Lansia Indonesia (SBLI) beregu, Senam Bugar Lansia Indonesia (SBLI) perorangan, Poco poco beregu, Memindahkan Bola Dengan Tongkat, Memindahkan Bola Dengan Lidi dan Bubutan Senam Bugar Lansia Indonesia (SBLI) beregu.


       Dari ke enam lomba tersebut, Kecamatan Bubutan mendapatkan 11 juara yang masing masing dari SBLI beregu juara 1 dan 3, SBLI perorangan juara 1, poco poco beregu juara 2 dan 4, memindah bola dengan tongkat juara 1,2 dan 3, memindah bola dengan lidi juara 1 dan 4 serta lomba Bubutan SBLI beregu juara 4.
   

       Hadir sebagai perwakilan dari Dispora, Ibu Gloria yang didapuk untuk menyerahkan seluruh hadiah kepada pemenang.
   
Print Friendly and PDF

Rabu, 28 Agustus 2019

Menghidupkan kembali yang mati suri


     Dalam upaya menghindari pengaruh negatif yang dewasa ini semakin berkembang dan juga untuk mewadahi ide juga aspirasi dari pemuda di wilayah Kecamatan Bubutan, Bpk. Eko Kurniawan Purnomo  S.STP, M.Si. selaku Camat Bubutan pada hari Rabu, 28 Agustus 2019 mengumpulkan para Ketua Karang Taruna (KarTar) di wilayah Bubutan untuk membahas pembentukan Kartar Kecamatan Bubutan yang selama ini sudah “mati suri”.
 
     Pertemuan ini  tidak serta merta dilakukan dengan instan, karena sebelumnya Camat Bubutan telah melakukan koordinasi dengan Ketua Kartar Kota Surabaya ( Fuad Bernadi ) Untuk membentuk kembali Kartar Kecamatan Bubutan. Dan respon yang diberikan sangat positif, Fuad akan mendukung penuh program yang dicetuskan oleh Camat Bubutan.

      Rapat yang dilakukan pada 28 Agustus 2019 bertempat di Ruang Camat dihadiri oleh Ketua Kartar se Kecamatan Bubutan yang diantaranya, Ketua Kartar Kelurahan Tembok Dukuh (M.Basroni), Ketua Kartar Kelurahan Gundih (Hengki Purnomo), Ketua Kartar Kelurahan Jepara (Nasir), Ketua Kelurahan Alun-alun Contong (Febrian), dan Ketua Kartar Bubutan (Hans). Selain itu juga dihadiri oleh Sekcam Bubutan beserta perwakilan Karang Taruna dari beberapa Kelurahan di Kecamatan Bubutan.


    Dalam pertemuan tersebut, Bapak Camat menginginkan setelah pengurus Kartar Kecamatan Bubutan terbentuk diharapkan bisa menjalankan fungsinya dan mempunyai program kerja yang tentunya positif serta mempunyai manfaat bagi lingkungan sekitarnya.  Selain program kerja yang nantinya dibuat oleh Ketua Kartar, Bapak Camat juga menyatakan nantinya Kartar Kecamatan akan diberdayakan sebaik mungkin untuk bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat baik bagi Kartar maupun untuk masyarakat.

    Dan yang terakhir Bapak Camat uga berpesan agar netralitas dalam segala hal sangat diutamakan terutama dari Ketua Kartar dan pengurusnya guna menghindari adanya konflik kepentingan golongan tertentu. Kedepannya Bapak Camat akan mensupport penuh kegiatan dan juga program  kerja yang akan dibentuk oleh pengurus Kartar Kecamatan dan juga Kelurahan .

    Setelah dilakukan koordinasi dan juga diskusi yang penuh dengan rasa kekeluargaan dan semangat pemuda, akhirnya diperoleh keputusan untuk Ketua Kartar Kecamatan Bubutan saat ini ditunjuk Cak M. Basroni sebagai  Ketua Karang Taruna Bubutan. Keputusan ini sudah diterima dan disetujui oleh semua Ketua Kartar Kelurahan di Kecamatan Bubutan dan juga perwakilan yang hadir pada rapat tersebut.(HP,Kim Gundih)

 
Print Friendly and PDF

Lounching KP-KAS 2019



   Kampunge Arek Suroboyo (KAS) 2019 kembali di gelar, ajang perlombaan kampung pendidikan se Surabaya yang Yomemberikan ruang tersendiri bagi anak- anak kota Surabaya. Bertempat di Taman Surya Balai kota Surabaya pada Rabu 28/8/2019



    Dalam  sambutannya di acara pembukaan KP KAS 2019, Tri Risma Harini Walikota Surabaya menyampaikan bahwa selama ini anak-anak di kota Surabaya berada dalam waktu pembelajaran di sekolah sekitar 8 jam, maka sisa 16 jam anak-anak ini berada di lingkungan kampung dan lingkungan pergaulannya. Yang terpenting dengan adanya kampung pendidikan ini adalah bagaimana cara kita memberikan waktu yang 16 jam ini secara positif kepada anak-anak.

     Dalam menentukan pengembangan anak, kita tidak boleh memaksakan apa yang disenagi anak dengan keinginan kita sebagai orang tua, kita harus dukung segala prestasi dan kemampuan masing-masing anak. Mari kita dorong anak-anak kita untuk berprestasi mengharumkan nama kota Surabaya atau bahkan Indonesia.




     RW 7 kelurahan Gundih berkesempatan ikut serta dalam Kampung Arek Suroboyo 2019 kali ini. Hadir dalam Lounching di Taman Surya siang ini Ibu Puput Pujiastuti selaku Lurah Gundih beserta anak - anak RW 7.




    Ada yang menarik ketika ibu Walikota beserta anak-anak Suroboyo larut dalam menyanyikan lagu "IBU". Seketika anak -anak minta berpelukan dengan Mak'e Arek Surabaya (Tri Rismaharini). Tangis bahagia tampak terpancar dari wajah anak - anak ini. Semoga Surabaya senantiasa menjadi kota yang ramah anak, kota dimana anak-anak merasa dilindungi dan diperhatikan hak-hak dasarnya sebagai anak.

KIM Gundih (Edwin)
Print Friendly and PDF

Sabtu, 17 Agustus 2019

Warga Dan Komunitas Se-surabaya Kompak Kibarkan Bendera Merah Putih Di Tenggah Laut


    Surabaya - Warga Greges kecamatan asemrowo memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-74 di tengah laut. 20 Komunitas pun berbaur di sana mengibarkan bendara merah putih.

    Upacara yang dilaksanakan di atas perahu dengan pengibaran bendera Merah-Putih dilaksanakan tepat jam 05.00 WIB di tengah laut area tambat labuh “Sontoh Laut” kecamatan Asemrowo Surabaya, yang diikuti kurang lebih 150 peserta upacara, 31 perahu nelayan, selain pengibaran bendera juga dapat menyaksikan sunrise, serta sightseeing mangrove dan burung laut, menambah suasana menjadi lebih hikmat.



     Camat Asemrowo, Bambang Udi Ukoro SH. MSi mengatakan Kegiatan pada hari ini adalah bentuk kepedulian dan rasa nasionalisme dari rekan-rekan komunitas dan warga sekitar sini. “Alhamdulillah berjalan lancar dan semua temen-temen ini menunjukkan rasa nasionalisme dan jiwa patriotisme dalam memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 tahun 2019.


      Kita pilih di tengah laut yang pertama adalah ide dari perwakilan rekan-rekan komunitas dan kita sambut karena di wilayah kecamatan Asemrowo ini ada salah satu potensi definasi yang akan kita angkat untuk bisa menjadi daerah wisata di Surabaya.



      Pantuan dari Lensanasional.co.id Inspektur Upacara Drs. Bambang Udi Ukoro SH. MSi. Camat Asemrowo, Komandan Upacara Hero dari Kerukunan Seduluran Saklawase Jawa Timur ( KS2J ), Paduan Suara dari Kader Kelurahan, Pengibar Bendera dari FKPPI,Penghantar Bendera dengan SEGAIR (Sepeda Air) dari Posko Bersama Relawan, Perwira Pengibaran atau Koordinator Pelaksana Kegiatan Shodiq Mahfudz (Ketua RW 01 Kel Tambak Sarioso), MC ITA dari Komunitas Surabaya informasi (KSI).



      Ada 20 komunitas yang hadiri dalam pengibaran bendera merah putih mulai dari Komunitas Baksos’e Suroboyo, SDC, KS2J, FKPPI, KIM, KARTAR Kec Asemrowo, KSI, Trekkers, PKK RT1/RW1, Ikasmasabaya, Kadêr Tb Sarioso, Kampoeng Dolanan, Anshor Ranting Tb. Sarioso, Warga Greges, Komunitas Reptil, KIM Bahari, Love Surabaya, Ini Surabaya, Rumah Fauna Surabaya, EduFunAnimal dll.(TH)
Print Friendly and PDF

Upacara bendera HUT RI ke 74 kecamatan BUBUTAN


Bubutan,KIM GUNDIH.
    Menjelang upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI, dalam rangka HUT ke 74 Republik INDONESIA, Kecamatan Bubutan menggelar Upacara Bendera, bertempat di Lapangan Stella Maris, pukul 07.00 WIB, Sabtu,(17/8).


      Dalam upacara bendera menyambut kemerdekaan RI ke 74 tersebut, Eko Kurniawan, Camat BUBUTAN yang menjadi inspektur upacara. Hadir dalam upacara Kapolsek Bubutan ( AKP PRIYANTO,red), Danramil Bubutan (mayor SUGIYANTA,red), lima Lurah sekecamatan Bubutan, para veteran dan staff kecamatan maupun staff kelurahan sekecamatan Bubutan..
   

       Barisan peserta upacara terdiri atas polsek bubutan, linmas lima kelurahan, staff kelurahan sekecamatan bubutan, perwakilan SMU dan SLTP sekecamatan Bubutan dan paduan suara dari SLTP Stella Maris.


    Untuk pasukan pengibar bendera (Paskibra) dipercayakan kepada pelajar SLTP Stella Maris, pasukan yang berlatih selama dua minggu tersebut tampak tidak canggung menjalankan tugas dan bergerak atraktif sehingga memukau seluruh hadirn hingga sukses menjalankan tugas.


     Dalam sambutannya, camat Bubutan membacakan sambutan walikota surabaya yang mengajak sekuruh lapisan masyarakat untuk bersatu dalam berjuang melawan kemiskinan dan kebodohan dalam artian luas  di era globalisasi hingga tercapai masyarakat yang bermartabat sesuai Tema Proklamasi Kemerdekaan tahun ini yakni “SDM Unggul Indonesia Maju”.



      Disamping upacara bendera memperingati kemerdekaan RI ke 74, acara juga diisi dengan pemotongan tumpeng oleh Camat Bubutan dan diserahkan secara simbolis kepada veteran, tak hanya Camat Bubutan, Danramil beserta Kapolsek Bubutan pun melakukan pengambilan tumpeng untuk diserahkan kepada perwakilan veteran.




     Tak hanya tumpeng, tiga pilar (Camat,Danramil, Kapolsek) juga memberikan bingkisan kepada para veteran sebagai wujud terima kasih dan penghargaan kepada para veteran yang ikut berjuang demi kemerdekaan Republik Indonesia.


     Acara dilanjut dengan hiburan berupa tampilan tari remo dan tari tarian baik tradisional maupun kontemporer oleh siswa siswi dan guru maupun staff Stella Maris, puncak hiburan diisi oleh drama kolosal pertempuran "arek arek suroboyo dalan merebut kemerdekaan"
   
Print Friendly and PDF

Rabu, 31 Juli 2019

Surabaya raih 2 kategori APW 2019


          2 KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) di Surabaya menyabet 2 juara di dua kategori berbeda pada APW (Anugerah Pewarta Warga) 2019 Amunullah dari KIM Mojo menjadi juara 1 di kategori Vidio Berita, dan Taufik Hidayat mewakili KIM Gundih di kategori Gambar berita.


        Tahun pertama ajang penghargaan bagi pewarta warga yang digelar oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa melalui Kominfo provinsi Jawa Timur pada hari ini Rabu 31/7/2019. Melalui kegiatan bertajuk APW Jatim 2019 diharapkan ada peran serta masyarakat sebagai jurnalis warga yang ikut berperan serta dalam menyampaikan informasi yang datangnya dari Pemprov ke warga maupun sebaliknya dari warga ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur.


          Bertempat di dalam Gedung Negara Grahadi Bu Gubernur menyampaikan  bahwa kehadiran Pewarta Warga sangat dibutuhkan untuk mengklatifikasi sebaran berita berita HOAX yang sering muncul belakangan ini.Dengan adanya warga langsung yang memantau dan memberitakan suatu permasalahan diharapkan tidak sampai timbul berita -berita yang tidak benar keberadaannya.


           Melalui Kelompok Informasi masyarakat ini diharapkan mampu mengawal pembangunan Jatim yang lebih baik. Pemberitaan Warga atau yang sering disebut Citizen Journalists melalui kaum milenial ini akan menggerus keberadaan media - media konfensional yang selama ini kita konsumsi.Disinilah Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan Penghargaan dan Dukungannya terhadap Pewarta Warga.{Edwin/KIM Gundih]


Print Friendly and PDF

KODAM V BRAWIJAYA dalam Kegiatan pembinaan komunikasi sosial tangkal radikalisme


       Surabaya- Radikalisme menurut artian adalah suatu ideologi (ide atau gagasan) dan paham yang ingin melakukan perubahan pada sistem sosial dan politik dengan menggunakan cara-cara kekerasan/ ekstrim.
 

       Berkaitan dengan hal radikalisme, Kodam V Brawijaya mengadakan pembinaan komunikasi sosial di aula Kodam V Brawijaya, rabu (31 juli 2019) pukul 09.00 wib hingga selesai pukul 12.00 wib.

       Hadir dalam acara Bapak Najib Hamid dari Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT), Sekretaris Kodam V Brawijaya beserta staff, Babinsa se surabaya, Bhabinkamtibmas se surabaya, mahasiswa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan perwakilan organisasi massa.


       Dalam pemberian materi, Bapak Najib Hamid menitik beratkan pada kerjasama TNI - POLRI melalui babinsa dan bhabinkamtibmas untuk terjun ke masyarakat dengan pendekatan persuasif dan bimbingan juga pembinaan ke pemuda untuk ikut berperan aktif dalam menangkal radikalisme melalui gerakan anti hoax.

       Lebih lanjut, perwakilan dari FKPT menyebut bahwa Gerakan radikalisme muncul dan berkembang antara lain dipicu oleh pertarungan idiolog global, pemahaman keagamaan yang salah, ketidakadilan politik, hukum dan ekonomi, kemiskinan serta kepentingan politik atau adu domba.


        Seringnya kunjungan babinsa dan bhabinkamtibmas ke masyarakat merupakan aksi jitu dalam memerangi radikalisme lewat cangkrukan dan blusukan.

        Peran serta Bumantik juga tidak kalah penting sebagai pekerja sosial yang sering keluar masuk dari pintu ke pintu warga untuk mengetahui aktifitas warga dalam keseharian. (AQ)




Print Friendly and PDF