Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Minggu, 01 September 2019

Persatuan dalam Keberagaman

Surabaya, KIM Gundih

    Gundih merupakan salah satu kelurahan dari 54 Kelurahan di kota Surabaya dan berada di wilayah Surabaya Pusat dengan jumlah penduduk terpadat yang terbagi 10 Rukun Warga (RW) dan 84 Rukun Tetangga (RT). Hal ini dapat terlihat dari padatnya pemukiman dan jumlah warganya, dari warga tetap maupun musiman yang menghuni di wilayah Gundih. Hal ini secara langsung berdampak pada semakin beragamnya warga kelurahan Gundih, berbagai suku dan agama memenuhi di setiap sudutnya. Keberagaman merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam setiap kegiatan di wilayah Gundih. Tanpa memandang perbedaan tersebut warga bersama-sama saling menjaga toleransi untuk membangun wilayah masing-masing.

Nobar dengan 3 Pilar

            Toleransi dalam kehidupan bermasyarakat selalu ditanamkan sejak dini di kalangan anak-anak warga Gundih. Agustusan merupakan momen utama untuk selalu mempererat kebersamaan dan persaudaraan warga. Berbagai kegiatan untuk mengisi Kemerdekaan selalu melibatkan semua pihak dari berbagai elemen masyarakat agar tercipta suasana yang meriah dan menyenangkan untuk semua warga.

    Warga dari berbagai latar belakang yang berbeda saling memberikan kontribusinya dan keahliannya masing-masing dalam menghias kampung dengan berbagai hiasan bertemakan perjuangan dan kemerdekaan. Karnaval berkeliling kampung menjadi salah satu cara warga untuk menyebarkan nilai-nilai toleransi. Anak-anak dan pemuda sebagai generasi yang diharapkan bisa memberikan kedamaian dan kebahagiaan di hati masyarakat, selalu menjadi yang terdepan di setiap kegiatan. Bahkan bisa dikatakan bahwa mereka adalah salah satu bagian dari para tokoh pemersatu di dalam keberagaman masyarakat di wilayah Gundih - Kota Surabaya khususnya dan Negara Kesatuan Republik  Indonesia pada umumnya.


    Pemuda-pemudi Gundih sebagai salah satu garda terdepan harapan bangsa selalu berperan aktif membangun budaya bangsa dan memelihara kearifan lokal dalam setiap kegiatannya. Kirab Ramadhan dan grebek sahur merupakan salah satu tradisi yang tanpa dukungan dan tanpa adanya toleransi dari pemeluk agama lain maka hal itu tidak akan bisa terlaksana dengan baik.

    Sorak gembira dalam setiap hari libur keagamaan dari agama manapun dan saling bersilahturahmi, menjadi salah satu cara warga untuk menunjukkan toleransinya kepada sesama. Bahkan disetiap kegiatan kerja bakti yang diadakan pun semua warga tanpa membedakan suku, budaya, agama dan etnis saling bergotong royong untuk menjadikan wilayahnya bersih, indah dan penuh dengan inovasi untuk lingkungan. Berbagai program yang digalakkan pemerintah pun selalu diupayakan warga untuk selalu dilakukan secara bersama-sama. Warga saling berbagi satu sama lain untuk penanaman toga, dan penghijauan. Program Bank Sampah pun tak lepas dari campur tangan semua warga. Tanpa partisipasi semua orang Bank Sampah tidak akan bisa dijalankan dengan baik.

Beragam Juara telah didapat Warga Gundih
    Beragam penghargaan telah sering di dapatkan oleh warga. Semua itu tidak lain adalah karena semangat kebersamaan warga dalam memajukan lingkungan tempat tinggal mereka. Tanpa ada rasa saling memiliki dan kebersamaan dalam perbedaan di antara warga maka semua penghargaan itu tidak akan pernah bisa diraih. Bersatu dalam perbedaan itulah yang selalu dilakukan warga di kelurahan Gundih dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Karena lingkungan adalah milik kita bersama, tidak perduli siapapun kita, darimanapun kita berasal, tua, muda, laki-laki ataupun perempuan.

    Akhir kata, seperti yang peribahasa katakan dimana bumi dipijak maka disitu langit dijunjung, maka warga Gundih berusaha unutk tetap bersatu dan bersama dalam keberagaman masyarakat untuk hidup yang lebih baik (unity in diversity).
Untuk Gundih yang lebih baik,

KIM Gundih Sejahtera.
(Supriyadi/fan/kim)

#keberagamanmasyarakat

Crew KIM Gundih
Print Friendly and PDF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar